Konditioner Rambut

Kondisioner dapat memberikan kehidupan, kekuatan, kelembutan, volume, bentuk, kilau, sentuhan seperti sutra bagi rambut sehingga rambut mudah ditata. Kondisioner diharapkan dapat memperbaiki rambut yang antara lain :

  1. Mengalami bleaching atau keriting permanen,
  2. Rusak karena terlalu sering di-shampoo,
  3. Rusak karena perawatan yang kasar (blow-drying, penyikatan),
  4. Rusak karena iklim (terpapar matahari terus-menerus) Penyebab internal.
Cara kerja konditioner
-mengganti kekurangan sebum yang dihasilkan oleh kelenjar sebaceous
-memperbaiki membrane perlindungan
-mengisi celah
-mengecilkan atau merapatkan jarak kutikula

Konsep substantivenya adalah penyerapan bahan dasar konditioner secara memadai. Substantivity akan meningkat jika rambut rusak dan lepek.

Surfaktan Kationik
Suffaktan kationik banyak digunakan dalam conditioner. Namun demikian perlu diminimalkan iritasi pada rambut dan kulit kepala. Surfaktan ini memberikan sifat indah pada rambut seperti memberi bentuk, kelembutan, volume dan kekuatan terhadap rambut.
Contoh surfaktan kationik :
-ethoxylated quaternary ammonium phosphate (sebagai contoh, Dehyquart SP – Henkel),
-asam amino-amida quaternary yang diperoleh dari asam lanolin (Lanoquats-Emery) dan minyak mink
-derivat N-acyl colaminoformyl-methylpyridinium (Emcol E607S – Witco)

Polimer Kationik
Polimer kationik dapat menghasilkan efek kondisioner yang tinggi.
Yang termasuk polimer kationik antara lain :
-derivate selulosa kationik (Polymer JR)
-copolymer vinylpyrrolidone dimethylaminoethyl methacrylate quaternary
-epichlorhydrin cross-linked polymer adipic acid-diethylenetriamine
-polyathyleneimines
-copolymer piperazine
-silicon kationik

Kekurangan dari polimer kationik yaitu mempunyai substantivitas tinggi. Untuk membantu mengurangi substantivitas dapat digunakan Sodium chloride.

Leave-on Protein Kondisioner
Merupakan kondisioner yang mengandung 5% protein hewan hidrolisasi (Lexein X-250 – Inolex Group).
Sebanyak 95% kerusakan rambut bercabang dapat diperbaiki

Bahan Berminyak
Bahan berminyak membantu mengurangi gesekan antar serat dan efek abrasi akibat perawatan. Bahan berminyak memperbaiki kondisi rambut dengan penyamarataan derajat permukaan maupun dengan penyalutan menggunakan bahan yang berindek bias tinggi.
Contoh :
Minyak silikon merupakan :
Derivat lanolin lanolin hydroxylated dan acetylaed
Ester lanolin
Campuran berlemak : alkohol lemak, lilin alami (beeswax, spermaceti), alcohol etoksilasi, asam lemak & lilin, asam lemak ester, polietilenglikol, lecitin, minyak almond, avocado, mink, castor, wheat germ
Asam lemak laktat
Resin perfluorocarbon seperti polimer tetrafluoroethylene dan hexafluoropropylene

Contoh formula
kondisioner yang diaplikasikan tanpa dibilas :

Gafquat 734 0,5%
Cetyl trimethyl ammonium chloride 0,3%
Ethanol 10,0%
Water q.s. to 100,0

Krim (jaman dulu) untuk perawatan dan perbaikan rambut kering/rusak :
Beef marrow 35%
Almond oil 40%
Mink oil 15%
Deodorized castor oil 10%

Contoh Formula Hair conditioning lotion
A        Propylene glycol  5,0
          Glyceryl stearat 3,0
          Sorbitan stearat  1,5
          Polysorbate 20  2,5
          Mineral oil, 70 vsc. 3,5
          Cetyl alcohol 3,0
          Stearic acid 1,5
B        Lanolin quartenary  5,0
          PEG 75 lanolin oil hydrolysed animal protein 5,0
          Propyl paraben  0,1
          Metyl paraben 0,2

C        Demineralized water 69,7

Prosedur : Panas A dan B secara terpisah sampai 75ÂșC. Tambahkan B ke A dengan cepat kemudian tambahkan C. Dilanjutkan dengan mencampur dan kemudian mendinginkannya pada suhu ruangan.

0 comments:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites